Habitat dan Karakter dasar burung Cendet


Cendet juga memiliki nama lain, seperti bentet, pentet, dan toet (Jawa Barat) dan burung ini merupakan burung petengger dan pemangsa yg militan dari Famili Laniidae. Famili Laniidae mencakup 74 spesies yg dibagi dalam 4 subfamili. Cendet yang umum termasuk pada subfamili Laniinae & Genus Lanius.
Jenis cendet sendiri bermacam-macam yang tersebar di beberapa wilayah pada dunia. Salah satunya, merupakan cendet abu-abu besar  (L excubitor). Spesies ini mempunyai berukuran tubuh terbesar dengan panjang sampai 25 cm. Cendet ini berkembang biak pada Eropa, Asia, dan Amerika Utara.

Bersama dengan cendet hitam putih (L ludovicianus), burung – burung ini adalah spesies yg biasa tinggal di dunia baru (Amerika). Jenis lainnya, cendet abu-abu kecil (L.Minor) yang memiliki habitat di Eropa Selatan, Asia Tengah, & Afrika bagian timur. Selain itu,

Cendet ketua merah (L senator) yg tinggal di Inggris bagian selatan, Eropa, Asia, & Afrika. Ada pula jenis burung bentet yg mempunyai bentuk serupa yang terdapat pada India & Asia Tenggara, yakni cendet cokelat (/.. Christatus) yg banyak dilombakan di Indonesia dan cendet leher hitam (L colarris).

Burung ini mempunyai tempat asal orisinil pada hutan, terutama pada pepohonan tinggi. Makanan yg disukainya merupakan biji-bijian, serangga, dan buah. Sarang burung ini umumnya terbuat berdasarkan ranting, rumput, lumut, bunga-bungaan, wol, dan bulu yang diikat dengan menggunakan sarang laba-keuntungan & dikaitkan ke pohon atau semak-semak pada ketinggan 4—6 meter dari atas tanah. Burung ini mampu membentuk telur sebesar tiga—6 butir per periode masa bertelur.

Pada masa pengeraman, sebagian besar  waktu induk betina dihabiskan buat mengerami telurnya. Untuk menerima kuliner, induk jantan akan menyuapinya. Pada usia dua—tiga minggu sehabis menetas, umumnya anakan cendet telah mulai belajar terbang dan meninggalkan sarangnya.

Karakter dasar burung Cendet

Ganas bila lapar. Burung ini akan berlaku militan apabila lapar.
Petarung yg mempunyai teritorial. Jika mendengar bunyi burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya eksklusif berkobar.
Birahi yang cenderung gampang naik. Burung ini sangat gampang naik birahinya, poly penyebab yg bisa membuat naiknya birahi dalam burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yg berlebih atau melihat burung Cendet lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
Praktis jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yg tinggi, maka burung ini gampang jinak kepada insan.

+Ciri berdasar daerah asal

Ciri Fisik

Panjang tubuhnya 20—25 cm. Paruhnya menciptakan kait pada bagian ujung, serupa dengan burung falkon, sejenis burung elang. Cendet pula mempunyai tungkai yang bertenaga dan cakar yang tajam yg dipergunakan buat mencengkeram mangsanya di udara. Sayap yang pendek & bulat menyandang 10 btg bulu sayap luar primer & ekor yg bulat mempunyai 12 bulu yg berfungsi menjadi kemudi ketika cendet sedang terbang. Cendet juga memiliki bulu kaku yg tumbuh di sekitar moncongnya.

Ciri spesial   burung cendet adalah ekornya yg panjang & akan meliuk-liuk jika sedang berbunyi. Nyanyian cendet meliputi nada-nada yg harmonis. Berbeda sekali dengan pekikannya yang ribut dan kedengaran kencang melengking. Sifat asli burung cendet merupakan galak. Apabila mematuk, umumnya sekaligus menggigit dengan paruhnya yg tajam. Jika menggigittangan atau bagian tubuh lainnya, umumnya akan meninggalkan bekas gigitan pada bagian tubuh tadi.

Tetapi, jika burung cendet ini kita pelihara sejak piyikan, sifat galaknya akan sedikit hilang. Bahkan burung ini akan mendekat jika melihat tangan kita. Cendet akan langsung turun seolah-olah kita akan memberinya makan.

0 Response to "Habitat dan Karakter dasar burung Cendet"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel